30 Santri Al-Muhajirin Purwakarta Hapal Al-Qur’an dalam 30 Hari

Spread the love

Salah satu keunggulan yang dibangun di pesantren  Al-Muhajirin adalah Tahfidz Al-Qur’an. Bukan sembarang Tahfidz, tetapi terpadu dengan program tafsir dan ulumul Quran untuk memahami makna ayat yang dihapal. “Jadi program di sini bukan sekadar ikut trend tahfidz yg menjamur dimana-mana. Tetapi justru mengisi celah kosong dr program tahfidz di banyak tempat. Tahfidz 30 juz adalah awal bukan akhir.” Demikian dijelaskan kepala sma dan ma al-MUHAJIRIN.

Utk mewujudkan impian tersebut, Al-MUHAJIRIN melakukan program percepatan hapalan selama masa libur akhir semester ini selama 30 hr dengan target 30 juz alias khatam. Sukses diraih para santri putri penghapal Al-Qur’an dr level SMA dan MA. Dari 30 santri, 13 orang tuntas menghapal 30 juz selama 30 hari. 17 orang lainnya mencapai hapal rata-rata di atas 20 juz.

Sabtu pagi 06 Januari 2018 sebanyak 30 santri program tahfidz dari asrama putri diwisuda. Para wisudawati, orang tua, dan santri berkumpul dengan penuh haru dan syukur di Masjid Al-Mukhtar kampus 1 Al-Muhajirin.

Proses wisuda dimulai pada pukul 09.00 WIB. Diawali dengan kegiatan tasmi’ (simakan) malam sebelumnya. Acara dibuka oleh tim hadrah Al-Muhajirin. Di puncak acara para hadirin semakin haru ketika 30 wisudawati berjalan maju untuk menerima medali. Ada tiga kategori tebaik dari 30 wisudawati tersebut, di antaranya: kategori  hafalan tercepat, Oktavia Permata Hati; kategori bacaan terfashih, Dewi Fifit Aryani; dan Fatimah Az-zahra sebagai kategori hafalan terbagus.

“Prosesi wisuda alhamdulillah berjalan dengan lancar. Tidak ada yang paling membahagiakan selain menyaksikan hasil wisuda tahfidz hari ini, hasil perjuangan dari 30 hari karantina menghafal 30 juz.” ujar salah satu pembina tahfidz dengan haru.

Selain itu, kepala sekolah dalam sambutannya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para hafidzah karena telah berhasil mencapai target yang ditentukan. Semoga hafalan tersebut dapat menjadi modal para santri untuk acuan dalam segala aspek kehidupan, serta  dengan selesainya hafalan 30 juz  bukan menjadi tujuan akhir seorang hafidz, tetapi awal dari perjalanan memahami dan mendakwahkan Al-Quran.

Acara wisuda tersebut juga meampilkan para santri  pemenang lomba puisi tingkat provinsi yang membacakan puisi bertema “Cinta Al-Quran”.  Lalu ditutup dengan doa juga testimoni proses karantina oleh salah seorang hafidzah.

“Kami tidak dapat berkata apapun,  selain ribuan rasa syukur untuk proses yang mulia ini” katanya dengan terurai air mata  bahagia. Pada wisuda ini, semua yang hadir dapat  menyaksikan bahwa janji Allah untuk memudahkan menghafal Al-Quran itu nyata. 30 santri 30 juz 30 hari menjadi bukti akan janji Allah.
[18:02, 1/6/2018] Fuad:

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *