Bekal Utama Menghadapi Pembelajaran di Masa Pandemi

Spread the love

PURWAKARTA –  Pondok Pesantren Al-Muhajirin gelar Pengajian forum orang tua (Fosita) santri se- Yayasan Al-Muhajirin secara virtual dengan tema Bekal Utama Menghadapi Pembelajaran di Masa Pandemi

Ketua Yayasan Al-Muhajirin Dr. Hj. Ifa Faizah Rohmah, M.Pd dalam sambutannya menyampaikan meski saat ini kita sedang  menghadapi berbagai musibah, tetapi kita harus optimis bahwa pendidikanlah yang Insya Allah akan menyelamatkan serta menjadi investasi besar kita di kemudian hari yaitu melalui anak-anak yang sholeh cerdas terampil dan mandiri.

“Pendidikan tidak boleh berhenti, mudah-mudahan pendidikan inilah yang bisa memberikan solusi untuk masa depan kita masa depan umat dan bangsa.” Ucap Dr. Hj. Ifa

“Saya menghimbau dan mendorong kegiatan-kegiatan orang tua santri yang seperti biasa dilakukan yaitu pengajian bulanan ini dan jangan pernah merasa terhalang  dengan keterbatasan kita untuk tidak bisa bertemu, tetapi Insya Allah dengan virtual ini juga kita bisa lebih meluaskan tali silaturahmi khususnya di kalangan orang tua santri.” Ujarnya

Sementara itu Pimpinan Ponpes Al-Muhajirin Syaikhuna Dr. Kh. Abun Bunyamin, M.A Dalam tausyiahnya menyampaikan dalam agama ada beberapa tujuan yang sangat mulia yaitu menjaga keutuhan, kemurnian agama yaitu dari segi aqidah, ibadah dan ahlak

Maka dalam agama ada yang disebut Maqashid Syariah yaitu:

1. hifdzu din (melindungi agama).

2. hifdzu nafs (melindungi jiwa)

3. hifdzu ‘aql (melindungi pikiran),

4. hifdzu maal (melindungi harta)dan

5. hifdzu nasab (melindungi keturunan).

Syaikhuna Dr. KH. Abun juga menyampaikan bahwa  kegagalan dalam memberikan pendidikan dan pengajaran terhadap anak terutama kaitan dengan akhlak itu sangat fatal, karena  mungkin anak kita nanti tadi tidak bisa membedakan mana kepala unta dengan kepala ayahnya sendiri

“Kegagalan dalam mendidik teruatama mendidik ahlak adalah kegagalan yang luar biasa dibandingkan dengan kegagalan-kegagalan yang lain, maka kegagalan dalam mendidik adalah kegagalan  yang patal, bukan hanya sengsara nanti dirasakan di akhirat ketika dimintai pertanggungjawaban oleh Allah akan amanah yang Allah berikan kepada kita,  tapi juga kesengsaraan yang akan langsung oleh Allah diberikan ketika kita gagal dalam mendidik anak.” Ungkap Syaikhuna

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *