HARTA DAN UMURKU HABIS

Spread the love

“Ya Rabb-ku, Mengapa Engkau tidak menangguhkan (kematian)ku sampai waktu yang dekat, yang menyebabkan Aku dapat bersedekah dan Aku termasuk orang-orang yang saleh?” (Q. S. Al-Munafiqun : 10)
             Penyesalan akan menimpa kita semua nanti, penyesalan saat ini tidak akan ada gunanya kecuali hari ini kita antisipasi, sebelum benar-benar peristiwa pahit itu terjadi pada setiap diri. Dikira harta itu milikku, ternyata aku pergi tanpa dia, diantara anakku dan keluargaku sedang menikmati hasil jerih payahku, sementara aku menderita tanpa amal soleh dari hartaku, lebih menderita lagi ketika mereka memperebutkan hartaku sampai menghasilkan pertengkaran diantara mereka, sementara hartaku terlantar dan terombang-ambing, andaikan waktu itu aku menitipkan hartaku kepada Allah pemberi rizki, untuk membuat pembangunan Masjid, Pesantren, Madrasah, Jalan umum serta anak yatim dan orang miskin, niscaya harta itu akan kunikmati, lega dan bahagia di alam barzah. Perhiasan dan bidadari dalam surga, hotel dan istana firdaus menggapaiku. Bentengku kuat, neraka tidak akan mempu menyentuhnya.

          Dikira umurku masih panjang, ajal masih lama, keseharianku diisi dengan segala kegiatan bagi duniaku, bahkan banyak dengan angan-angan seakan-akan hidup masih mampu bertahan, ternyata malaikat Ajroil kini telah menjemputku, mencabut nyawaku dengan tiba-tiba, aku tidak bisa menentangnya kecuali pasrah kepada pemilik jiwa dan raga. Aku memohon barang sebentarpun aku ditolaknya, padahal aku hanya meminta agar aku bisa taubat, shalat dan zakat. Tetap saja permintaan aku  diabaikannya, apalagi kalau aku meminta buat maksiat atau yang lainnya, mustahil dia mengabulkannya didengarkannyapun tidak, anggapanku terhadap malaikat yaitu malaikat itu sungguh kejam mencabut nyawaku tanpa basa basi, tanpa kompromi dan tanpa menghiraukan permintaanku. Jadinya aku menyesal mengapa ketika aku masih hidup membiarkan kesempatan itu berlalu tanpa hasil yang bermanfaat bagiku hari ini, bagiku tidak ada artinya harta dan sanak keluarga, kecuali yang bermanfaat itu iman dan amal soleh.
 (yaitu) di hari harta dan anak-anak laki-laki tidak berguna. Kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih”.  (Q. S. Al-Syu’ara : 88-89)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *