SEMARAK IDUL ADHA DI PESANTREN AL-MUHAJIRIN PUSAT

Spread the love
Pimpinan Umum Pesantren Al-Muhajirin Memberikan Tausiyah

Suasana di Pondok Pesantren Al-Muhajirin pusat tidak pernah sepi dengan berbagai kegiatan, kembali semarak dengan hadirnya Hari Raya Idul Adha 1440 H yang jatuh pada hari Ahad (11/08/2019). 

Pesantren mewajibkan (wajid ‘aridhi pen-) kepada santri menjalankan puasa Tarwiyah dan Arafah, menjelang berbuka puasa sunah Arafah mengadakan acara Tasabbuh bil Arafah.

Tasabbuh Bil ‘Arafah (menyerupai jama’ah haji yang sedang wukuf di Arafah) di isi dzikir dan do’a agungnya hari Arafah. Acara ini merupakan momentum yang tepat berdo’a kepada Allah, karena bersamaan para jama’ah haji sedang asik masyuk bermunajat kepada Allah di Arafah.

Pestival Takbir dan Shalawat

Selesai shalat Maghrib dan berbuka puasa, dilanjutkan dengan acara festival takbir dan shalawat semalam suntuk untuk mengagungkan Allah swt. Keesokan harinya seluruh santri mengikuti Salat Ied di Lapangan pondok pesantren Al-Muhajirin pusat dengan imam Ust. Diki Nugraha dan khatib Dr. KH. Abun Bunyamin, MA yang dilanjutkan dengan penyembelihan hewan kurban. 

“Alhamdulilah Ada 6 ekor sapi serta 13 kambing yang menjadi hewan kurban, hasil dari sodakoh kurban para santri dan guru-guru Pondok Pesantren Al-Muhajirin dan ada orang tua santri serta keluarga besar pimpinan pesantren yang rutin setiap tahun berkurban,” ucap Ketua Panitia Kurban Asep Anang Afandi dilokasi penyembelihan.

Lanjut, Asep menerangkan petugas penyembilhan sapi dan kambing telah disiapkan, para petugas adalah Ustadz dan pegawai pesantren Al-Muhajirin sendiri. 

“Kami tidak mengambil jagal dari luar, semuanya ustadz dan pegawai dari Pesantren Al-Muhajirin” jelasnya  

Pedistribusian daging kurban untuk masyarakat sekitar kawasan pondok, dan  selurah pegawai yang ada di Pesantren Al-Muhajirin Kampus Pusat

“Jadi keikhlasan itu memberikan yang terbaik yang dipunyai, itulah yang kami tanamkan,”

Tambahnya, pesan keikhlasan dalam hari raya Idhul Adha, yang dikembangkan oleh Ponpes Al-Muhajirin, merujuk kepada keteladanan Nabi Ibrahim As yang ditanamkan kepada para santri, agar terbentuk sebuah karakter. 

Di tempat yang sama kepala MTs Al-Muhajirin, H. Amit Saepul Malik, M.Pd.I mengapresiasi seluruh rangkaian kegiatan dan mengucapkan terima kasih.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh santri, ustadz, ustadzah dan seluruh pegawai sehingga kegiatan menyemarakan Hari Raya Idul Adha ini sukses,”pungkasnya.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *