SHALAT SUNAT

Spread the love
Shalat Sunat
Oleh: KH. Dr. Abun Bunyamin, MA
(Pimp Pesantren Al-Muhajirin Purwakarta dan Wakil Rois Syuriyah NU Jawa Barat)
====================
Shalat sunnat rawatib artinya sholat sunnat yang disandingkan dengan shalat fardu yang 5 waktu. Shalat sunat tersebut banyaknya 4 rakaat sebelum dhuhur, 4 rakaat sesudahnya, 4 rakaat
sebelum Asar, 2 rakaat yang ringan sebelum Maghrib dan sesudahnya, 4 rakaat sebelum Jumat dan sesudahnya, 4 rakaat sesudah dan sebelum shalat Isya.

Shalat sunnat rawatib ini semuanya juga dianjurkan. Perberdaannya hanya antara muakad dan ghoer muakad. Artinya mana sholat sunnat yang selalu dikerjakan oleh Rasulullah dan mana yang tidak.

Memperbanyak sholat sunnat sangat dianjurkan untuk menutupi shalat fardlu yang sering tidak khusyu dan banyak lupa dalam mendalami maknanya.

Ibadah terbagi menjadi tiga bagian ibadah badaniyah, qalbiyah dan maliyah (ibadah bangsa badan, hati dan harta).
Ibadah badaniyah yang paling utama adalah shalat yang 5 waktu berdasarkan hadits Nabi

اي الاعمال افضل فقال الصلاة لوقتها.
وقيل الصوم
قال الله كل عمل ابن ادم له الا الصوم فانه لى وانا اجزى به

Apakah amal yang paling baik? maka Rasulullah saw bersabda, Shalat pada waktunya. Ada juga pendapat lain yang mengatakan puasa. Allah berfirman, semua amal manusia bagi dirinya kecuali puasa karena puasanya adalah karenaku dan akulah yang membalasnya.

Shalat adalah seutama-utama ibadah fisik karena dalam shalat kita harus menghadap kiblat, tidak boleh makan, tidak boleh berbicara dan wajib qodlo serta bertaubat bila meninggalkannya dengan sengaja

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *